Skip to main content

[Review Case] Nilkin Phone Protection Case for ASUS Zenfone 2 (ZE551ML)


Setiap orang pasti mempunyai cara yang berbeda dalam melindungi smartphone-nya, ada yang memilih menggunakan bumper case yang tahan benturan, ada yang memilih menggunakan leather case yang melindungi secara keseluruhan, atau bahkan ada yang memilih tidak menggunakan pelindung dengan alasan ribet, percaya bahwa smartphone-nya tidak akan jatuh, dan yakin akan kekuatan casing smartphone-nya. Tapi buat saya yang kadang teledor dalam meletakkan smartphone serta mengutamakan keamanan dan keselamatan tentu akan memilih menggunakan case atau pelindung tambahan untuk smartphone saya.

Tentu ada berbagai pertimbangan dalam memilih case pelindung smartphone, mulai dari harga, fungsi, merek, bentuk atau model, bahkan warna. Begitu juga dengan saya, dalam memilih case pasti akan mempertimbangan berbagai aspek tersebut terutama harga, hehe

Karena keteledoran saya dalam meletakkan smartphone yang dapat berakibat smartphone jatuh, terkena kotoran dan ketumpahan air, maka saya memutuskan untuk menggunakan case pelindung untuk smartphone saya. Smartphone yang saya miliki saat ini ada ASUS Zenfone 2. Smartphone keluaran ASUS ini menurut saya untuk kekuatan body atau casing termasuk lemah karena gampang memiliki bekas “luka” jika terjatuh, terkena benturan atau terkena gesekan.

Hal pertama yang saya lakukan tentu saja browsing model atau bentuk case yang sesuai dengan keinginan saya. Saya ingin case yang kuat dan dapat melindungi smartphone saya  dari benturan tapi juga tipis dan tidak mengganggu dalam penggunaan smartphone, pokoknya yang tidak ribet. Tentu kita akan langsung mencari pada merek-merek yang sudah familiar dengan kita. Saran saya, jangan kesampingkan merek-merek yang kurang familiar bahkan tidak familiar karena siapa tahu merek tersebut menyediakan case seperti keinginan kalian, seperti saya yang justru menemukan case yang saya inginkan bukan dari merek yang familiar bagi saya. Tapi kalian juga harus mencari tahu mengenai produk dari merek tersebut untuk memastikan apakah produk dari merek tersebut memiliki kualitas yang baik atau tidak.

Setelah mencari dan menimbang saya menemukan case yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan saya, walaupun tidak 100% sesuai keinginan saya tapi paling tidak case itu yang paling mendekati dengan kriteria yang saya tentukan. Tapi merek case tersebut kurang familiar bagi saya, yaitu Nilkin. Mungkin beberapa atau sebagian besar dari kalian sudah familiar dengan merek ini. Nilkin adalah merek asal Tiongkok yang meyediakan berbagai macam aksesoris smartphone dan tablet dari berbagai merek.

Satu set berisi Case dan Screen Guard beserta lap kecil. (Screen Guard sudah digunakan)

Akhirnya saya membeli seri Nillkin Super Frosted Shield Case untuk ASUS Zenfone 2. Saya membeli di salah satu situs belanja online yang terkenal di Indonesia seharga Rp110.000 (harga per Agustus 2015). Saya tertarik dengan seri ini karena tipis sehingga smartphone saya yang berukuran besar tetap nyaman digenggam dan desainnya yang simpel, walaupun tidak menutupi semua bagian smartphone. Selain mendapatkan case, kita juga mendapatkan screen guard beserta lap kecil, Lumayan buat yang mau berhemat jadi tidak perlu membeli screen guard lagi, hehe. Tapi untuk kualitas screen guard hanya screen guard biasa yang menurut saya tidak cukup kuat. Dan setelah saya membaca secara detail ternyata material case ini dapat meredam getaran, tahan pecah dan anti gores serta desain belakang case yang memiliki pola timbul. Selain itu dikatakan bahwa 4 sudut case ini didesain agar meredam efek jika terjadi benturan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan setelah memakai case ini kurang lebih 11 bulan.

Kelebihan:
  • Tipis. Sehingga tetap nyaman digenggam atau dimasukkan kantong, tidak merubah ketebalan smartphone terlalu banyak.
  • Case mengunci/menempel dengan sangat baik karena ukuran sesuai sehingga tidak mudah lepas.
  • Desain yang tipis dan tidak menutupi 100% tidak menahan panas yang ditimbulkan dari smartphone sehingga smartphone tidak terlalu panas jika sering digunakan.
  • Bagian belakang ada pola yang membuat tidak licin atau memiliki grip sehingga tidak mudah jatuh saat diletakkan di tempat yang tidak rata atau saat digenggam jadi tidak licin..
  • Material kuat. Smartphone saya sudah jatuh beberapa kali tapi masih aman, hanya sedikit goresan / bekas “luka” di bagian atas dan bawah smartphone yang mana memang tidak terlindungi oleh Case Nilkin.
  • Membuat smartphone terlihat lebih kokoh.

Kekurangan:
  • Agak susah membuka case karena terlalu mengunci pada smartphone sehingga kadang casing belakang smartphone ikut terlepas saat melepas case.
  • Tidak menutup semua bagian smartphone, yaitu pada bagian atas dan bawah sehingga jika jatuh masih ada kemungkinan smartphone akan terluka.
  • Setelah pemakaian hampir satu tahun, bahan/cat dope pada case mulai mengelupas terutama di bagian sudut-sudut case.


So far so good. Nillkin Super Frosted Shield Case tetap memberikan rasa nyaman dalam penggunaan smartphone, tidak membuat ribet saat menggunakan smartphone. Bahkan memberikan kelebihan seperti menambah grip saat digenggam, membuat kenyamanan menggunakan smartphone bertambah. Dan yang paling penting adalah desain case tipis dan simpel, hampir tidak berasa kalau menggunakan case tambahan.

Comments

Popular posts from this blog

[Review Film] The Visit

Kisah kakak dan adik yang pergi berlibur selama satu minggu ke rumah kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya. Namun baru beberapa jam setelah sampai di rumah kakek dan neneknya, mereka merasakan keanehan dengan perilaku kakek dan nenek mereka yang membuat mereka berdua ketakutan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat karena mereka takut tidak bisa pulang kembali.

[Review Film] Fifty Shades of Grey

Anastasia Steele (Dakota Johnson), perempuan lugu, polos, dan pintar harus menggantikan temannya Kate (Eloise Mumford) yang sedang sakit untuk melakukan wawancara dengan seorang pengusaha sukses, Christian Grey (Jamie Dornan). Keduanya saling tertarik sejak pertemuan wawancara tersebut. Namun, Ana harus menghadapi sifat Mr. Grey yang tidak romantis dan senang mengendalikan. Selain itu, ternyata Mr. Grey memiliki sisi lain yang membuat Ana terkejut.

[Review Film] Spider-Man: Homecoming

Film yang sudah ditunggu-tunggu, tidak hanya bagi penggemar Marvel bahkan banyak orang sejak April tahun 2016 sudah dapat kita saksikan di bioskop. Sejak kemunculannya dalam film Captain America: Civil War, tokoh superhero ini mencuri perhatian dan aksinya menjadi perbincangan banyak orang.
Film Spider-Man: Homecoming menceritakan kehidupan Peter Parker (Tom Holland) remaja sebagai Spider-Man dan sebagai seorang pelajar SMA yang pintar dan geek yang tinggal bersama tantenya, May (Marisa Tomei). Setelah kembali dari peristiwa di film Captain America: Civil War, Peter sangat senang serta bersemangat karena pengalamannya bersama The Avengers dan kostum Spider-Man baru pemberian Tony Stark/Iron-Man (Robert Downey Jr.). Tony Stark menjadi mentor Peter Parker dan selalu mengawasi semua aksi Spider-Man dengan bantuan Happy (Jon Favreau). Spider-Man pun mulai sering beraksi di daerah asalnnya, Queens. Tujuannya adalah untuk menolong orang-orang di Queens dan menarik perhatian Tony Stark agar d…