Skip to main content

[Review Buku] Sabtu Bersama Bapak


Buku karangan Adhitya Mulya ini mengajarkan banyak hal terutama tentang keluarga. Banyak pelajaran yang bisa diambil serta membuka mata dan pikiran akan sesuatu yang mungkin tidak kita pikirkan. Sekilas kehidupan tokoh utama terlihat bahagia dan sempurna terutama dari sisi ekonomi walaupun ada duka yang mendalam di awal cerita. Yang menarik justru bukan kesempurnaan itu tetapi apa yang terjadi dibalik kesempurnaan dan kebahagian yang mereka dapat, bagaimana prosesnya, persiapannya dan langkah yang diambil untuk mencapai kebahagiaan. Dan yang paling menonjol dalam cerita ini adalah sifat kekeluargaan yang memperingatkan kita bahwa betapa pentingnya keluarga.

Sampul



Sampul depan bergambar CD dengan gambar wajah anggota keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan dua anak. Di sampul belakang terdapat kutipan cerita dengan desain video player dan sinopsis buku ini. Jika dilihat dari sampul depannya saja mungkin pembaca tidak akan tahu makna dari sampul depan buku ini. Tetapi setelah melihat sampul belakang, pembaca akan sedikit terbuka tentang gambaran cerita yang ada di dalam buku. Dengan hanya membaca beberapa bab awal, pembaca akan setuju bahwa sampul buku ini simpel dan bermakna.

Sampul buku didominasi warna biru muda dengan corak seperti kertas buffalo. Judul ditulis dengan ukuran huruf yang besar sampai setengah sampul buku. Desain ini membuat buku mudah dilihat atau dicari diantara deretan buku lainnya. Mungkin ini bias, karena warna favorit saya memang biru sehingga ada daya tarik tersendiri ketika melihat buku ini. Haha.

Cerita


Melalui sinopsis singkat di sampul belakang kita akan dengan mudah mengetahui cerita apa yang ada di dalam buku ini.


Sudah tahu kan cerita apa yang ada di dalam buku ini?
Kita juga langsung dapat mengetahui ada empat tokoh utama dalam cerita ini atau ada empat sub cerita yang membagi keseluruhan cerita dalam buku ini.

Tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka


Sosok kepala keluarga yang memiliki pemikiran jauh kedepan. Pak Gunawan juga menyiapkan segala sesuatu baik berupa materi dan hal-hal non-materi untuk keluarga yang ditinggalkan. Walaupun sudah meninggal tapi beliau tetap ada bersama dengan istri dan kedua anaknya, memberikan ilmu dan pesan yang sangat  bermanfaat untuk keluarga dalam menjalani kehidupan melalui sebuah video.

Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih


Ibu Itje, seorang ibu yang harus membesarkan kedua anaknya sendirian semenjak ditinggal Pak Gunawan. Namun sosok Pak Gunawan masih tetap ada membantu sang istri dalam membesarkan kedua anaknya walau hanya melalui video.  Selain itu ibu Itje merupakan seorang yang mandiri dan berprinsip tidak mau merepotkan orang lain terutama anak-anaknya.

Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik


Satya, si sulung yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dalam cerita Satya kita disuguhkan cerita konflik-konflik yang terjadi dalam keluarganya bersama istri dan anak-anaknya. Dan bagaimana Satya belajar untuk menyelesaikan konflik-konflik tersebut agar menjadi suami yang baik bagi istrinya dan bapak yang baik bagi anak-anaknya.

Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta


Si bungsu, Cakra adalah pemuda yang sudah bisa dibilang mapan namun belum memiliki pasangan. Disinilah kita diceritakan bagaimana cara Cakra untuk mencari pasangan, mulai dari mencari, pdkt, pacaran dan akhirnya menikah. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam mencari cinta. Tidak hanya percintaan saja, ada juga cerita Cakra dengan teman-teman kerja yang menghibur.

Saya pribadi sangat suka buku ini. Alur cerita sangat mudah dipahami, hanya ada beberapa cerita yang flashback untuk pendalaman tokoh dan cerita yang dibungkus dengan baik. Justru disaat bagian flashback-lah kita akan mendapatkan pencerahan. Ukuran huruf menurut saya agak kecil, mungkin ditambah satu ukuran akan lebih baik tetapi masih termasuk enak dibaca. Template yang digunakan menarik dan memudahkan pembaca terutama saat cerita dan video dari bapak diberi template khusus berbentuk kotak seperti roll film. Begitu juga dengan kalimat-kalimat dalam SMS, e-mail, dan cerita penting lainnya yang mengandung pesan sehingga membuat pembaca mudah membedakan dan membantu berimajinasi . Hanya saja ada beberapa kalimat dialog yang membuat bingung antara siapa yang sedang berbicara terutama saat tokoh yang berdialog lebih dari dua orang.

Awalnya saya kira ceritanya tentang pembelajaran dalam keluarga dengan bahasa yang “berat”, tapi ternyata bahasanya ringan, mudah dimengerti dan ada unsur komedinya.  Biasanya untuk menghabiskan satu buku, saya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk membacanya. Ini karena terkadang cerita selanjutnya tidak membuat saya tertarik atau langsung ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya. Tetapi untuk buku ini, meskipun tebal saya selesai membacanya dalam seminggu karena ceritanya menarik, menambah wawasan dan ingin tahu cerita apa yang selanjutnya terjadi dengan tokoh-tokoh dalam buku ini. Tidak hanya orang tua, tidak hanya yang sudah berkeluarga, yang masih muda dan belum berkeluarga pun bisa membaca. Justru akan semakin mendapat ilmu untuk di fase kehidupan yang akan kalian jalani selanjutnya, yaitu berkeluarga.

Oh ya, kabarnya sih buku ini akan diadaptasi menjadi film! Film Sabtu Bersama Bapak akan disutradarai oleh Monty Tiwa dan akan rilis di tahun 2016. Aktor dan aktris yang terlibat dalam film ini pun cukup menarik, ada Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Deva Mahendra, Acha Septriasa, Sheila Dara Aisha dan Ernest Prakasa. Kalau sudah baca bukunya pasti akan penasaran akan menjadi seperti apa cerita dalam buku ini jika difilmkan. Apakah akan sebagus bukunya? Atau lebih bagus? Kita tunggu saja.

Comments

Popular posts from this blog

[Review Film] The Visit

Kisah kakak dan adik yang pergi berlibur selama satu minggu ke rumah kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya. Namun baru beberapa jam setelah sampai di rumah kakek dan neneknya, mereka merasakan keanehan dengan perilaku kakek dan nenek mereka yang membuat mereka berdua ketakutan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat karena mereka takut tidak bisa pulang kembali.

[Review Film] Fifty Shades of Grey

Anastasia Steele (Dakota Johnson), perempuan lugu, polos, dan pintar harus menggantikan temannya Kate (Eloise Mumford) yang sedang sakit untuk melakukan wawancara dengan seorang pengusaha sukses, Christian Grey (Jamie Dornan). Keduanya saling tertarik sejak pertemuan wawancara tersebut. Namun, Ana harus menghadapi sifat Mr. Grey yang tidak romantis dan senang mengendalikan. Selain itu, ternyata Mr. Grey memiliki sisi lain yang membuat Ana terkejut.