Skip to main content

[Review Film] The Visit


Kisah kakak dan adik yang pergi berlibur selama satu minggu ke rumah kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya. Namun baru beberapa jam setelah sampai di rumah kakek dan neneknya, mereka merasakan keanehan dengan perilaku kakek dan nenek mereka yang membuat mereka berdua ketakutan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat karena mereka takut tidak bisa pulang kembali.

Diminta untuk berkunjung ke rumah kakek dan nenek mereka yang tinggal di daerah pertanian. Mereka setuju untuk pergi berlibur selama satu minggu disana dengan maksud memberi waktu untuk ibu mereka yang single parent untuk berlibur dengan kekasihnya. Selain itu, mereka juga ingin mencari tahu tentang kisah masa lalu ibu dengan kakek dan nenek mereka yang tidak akur. Becca (Olivia DeJonge), yang menyukai perfilman memutuskan untuk membuat film dokumenter tentang kakek dan nenek-nya untuk memperbaiki hubungan mereka dengan ibunya (Kathryn Hahn). Tyler (Ed Oxenbould) yang memiliki kemampuan bernyanyi rap juga ikut membantu proses pembuatan film dokumenter kakaknya.


Sesampainya disana, awalnya mereka senang dapat bertemu kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya. Tetapi mereka mulai sadar ada sesuatu yang aneh. Saat mereka merekam video untuk membuat film dokumenter, mereka melihat perilaku-perilaku aneh dari kakek dan neneknya. Lama-kelamaan mereka mulai menemukan rahasia tentang kakek dan neneknya.



Diawal saya sempat merasa bosan dengan jalan ceritanya tapi semakin lama semakin membuat penasaran. Mungkin rasa penasaran saya sama dengan penasaran yang Becca dan Tyler rasakan di dalam film tersebut. Namun, saya tidak merasakan ketakutan seperti yang mereka alami. Akting Olivia DeJonge dan Ed Oxenbould kurang terlihat seperti anak-anak yang sedang takut atau khawatir. Atau memang karakter mereka harus seperti itu?

Film ini tidak disarankan untuk ditonton anak dibawah umur tiga belas tahun. Jika sudah terlanjur menonton harus dengan pengawasan orang tua karena terdapat adegan kekerasan. Selain itu juga ada adegan telanjang, mayat, darah dan “jorok” (dalam artian kata sebenarnya).


Menurut saya dari segi cerita, film ini kurang emosional tetapi bisa membuat penasaran . The Visit tidak banyak menggunakan sistem CGI tapi tetap dapat memberikan rasa tegang dan (mungkin) takut khas film thriller. Dengan format found footage yang digunakan dapat menambah rasa tegang saat menonton. Film ini akan membuat kalian penasaran dan bertanya-tanya, apa benar ada kakek dan nenek yang tega untuk melakukan kekerasan dan ingin membunuh cucu-cucunya?

Comments

  1. Min, akhirnya gimana min? Apa mereka bisa keluar dari rumah itu? Terus kakek sama neneknya gimana? Aku penasaran min tapi aku ga berani nonton, takut hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review Film] Fifty Shades of Grey

Anastasia Steele (Dakota Johnson), perempuan lugu, polos, dan pintar harus menggantikan temannya Kate (Eloise Mumford) yang sedang sakit untuk melakukan wawancara dengan seorang pengusaha sukses, Christian Grey (Jamie Dornan). Keduanya saling tertarik sejak pertemuan wawancara tersebut. Namun, Ana harus menghadapi sifat Mr. Grey yang tidak romantis dan senang mengendalikan. Selain itu, ternyata Mr. Grey memiliki sisi lain yang membuat Ana terkejut.

[Review Film] Spider-Man: Homecoming

Film yang sudah ditunggu-tunggu, tidak hanya bagi penggemar Marvel bahkan banyak orang sejak April tahun 2016 sudah dapat kita saksikan di bioskop. Sejak kemunculannya dalam film Captain America: Civil War, tokoh superhero ini mencuri perhatian dan aksinya menjadi perbincangan banyak orang.
Film Spider-Man: Homecoming menceritakan kehidupan Peter Parker (Tom Holland) remaja sebagai Spider-Man dan sebagai seorang pelajar SMA yang pintar dan geek yang tinggal bersama tantenya, May (Marisa Tomei). Setelah kembali dari peristiwa di film Captain America: Civil War, Peter sangat senang serta bersemangat karena pengalamannya bersama The Avengers dan kostum Spider-Man baru pemberian Tony Stark/Iron-Man (Robert Downey Jr.). Tony Stark menjadi mentor Peter Parker dan selalu mengawasi semua aksi Spider-Man dengan bantuan Happy (Jon Favreau). Spider-Man pun mulai sering beraksi di daerah asalnnya, Queens. Tujuannya adalah untuk menolong orang-orang di Queens dan menarik perhatian Tony Stark agar d…