Skip to main content

[Review Film] Batman v Superman: Dawn of Justice


Bruce Wayne (Ben Affleck) a.k.a Batman merasa takut akan sosok Clark Kent (Henry Cavill) a.k.a Superman, seorang pahlawan yang seperti dewa. Dunia pun memiliki kekhawatiran yang sama akan kekuatan Superman dan beradu argumen tentang pahlawan seperti apa yang benar-benar mereka butuhkan. Batman mengambil tindakan sendiri untuk menantang Superman. Sementara Batman dan Superman bertarung satu sama lain, muncul ancaman yang lebih besar dan membahayakan manusia.

Kurang lebih seperti itulah sinopsis dari film Batman v Superman: Dawn of Justice, dimana Batman khawatir akan kekuatan Superman yang sangat besar. dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan Superman agar tidak terjadi hal-hal yang dia takutkan. Dunia pun dibuat khawatir akan kekuatan Superman sejak pertarungannya dengan General Zod di film Man of Steel. Film ini dapat dikatakan merupakan lanjutan dari film Man of Steel yang mana merupakan bagian dari DCEU (DC Extended Universe). Sementara Batman dan Superman bertarung, muncul ancaman yang lebih besar. Berawal dari Lex Luthor (Jesse Eisenberg) yang berambisi untuk mengalahkan Superman kemudian membangkitkan Doomsday yang justru mengancam umat manusia.



Menurut saya, film ini bagus secara visual tapi kurang bagus secara cerita. Karena ceritanya terasa dragging dengan pace yang lambat. Dengan plot yang tumpang tindih dan terdapat plot holes membuat saya agak bingung dengan keseluruhan cerita film ini saat menonton ditambah dengan editing yang tidak bagus. Selain itu film ini terasa seperti film pengantar untuk film selanjutnya. Dimana muncul banyak superhero yang akan muncul di film selanjutnya, muncul di tengah-tengah film. Ditambah kemunculan para superhero tersebut disertai detail-detail yang baik semakin membuat film ini terasa sebagai film pembuka. Bahkan menurut saya, Wonder Women berhasil mencuri spotlight dari Batman dan Superman di film dengan judul nama mereka sendiri. Belum lagi superhero lainnya yang juga muncul, walaupun hanya sebentar. Padahal seharusnya film ini harus tetap menjadi film utama walaupun ingin dibuat untuk membuka cerita film selanjutnya.


Tapi secara visual, film ini bagus. Tidak hanya saat scene action tapi keseluruhan film memiliki visual yang bagus. Scene saat batman bertarung dengan superman dibuat dengan baik. Terutama scene saat Wonder Women (Gal Gadot) muncul kemudian Batman, Superman, Wonder Women melawan Doomsday, disertai dengan background score yang seru. Menurut saya itu adalah klimaks dari film ini.


Untuk rating film Batman v Superman adalah PG-13, yang berarti dibawah umur 13 tahun harus didampingi orang tua karena ada adegan action yang cukup keras atau brutal.

Secara keseluruhan film ini masih bisa dinikmati. Walaupun dengan pace film yang lambat, editing yang kurang baik dan terdapat plot holes bukan berarti film ini jelek dan tidak bisa dinikmati. Bahkan ada bagian-bagian atau potongan-potongan adegan yang dapat membuat rasa suka akan film ini muncul. Visual film yang bagus akan membuat kalian menikmati scene-scene film ini, terutama saat scene action. Walau mungkin akan muncul pertanyaan “kok jadi gitu?” atau “gitu doang?” saat menonton.

Comments

Popular posts from this blog

[Review Film] The Visit

Kisah kakak dan adik yang pergi berlibur selama satu minggu ke rumah kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya. Namun baru beberapa jam setelah sampai di rumah kakek dan neneknya, mereka merasakan keanehan dengan perilaku kakek dan nenek mereka yang membuat mereka berdua ketakutan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat karena mereka takut tidak bisa pulang kembali.

[Review Film] Fifty Shades of Grey

Anastasia Steele (Dakota Johnson), perempuan lugu, polos, dan pintar harus menggantikan temannya Kate (Eloise Mumford) yang sedang sakit untuk melakukan wawancara dengan seorang pengusaha sukses, Christian Grey (Jamie Dornan). Keduanya saling tertarik sejak pertemuan wawancara tersebut. Namun, Ana harus menghadapi sifat Mr. Grey yang tidak romantis dan senang mengendalikan. Selain itu, ternyata Mr. Grey memiliki sisi lain yang membuat Ana terkejut.

[Review Buku] Sabtu Bersama Bapak

Buku karangan Adhitya Mulya ini mengajarkan banyak hal terutama tentang keluarga. Banyak pelajaran yang bisa diambil serta membuka mata dan pikiran akan sesuatu yang mungkin tidak kita pikirkan. Sekilas kehidupan tokoh utama terlihat bahagia dan sempurna terutama dari sisi ekonomi walaupun ada duka yang mendalam di awal cerita. Yang menarik justru bukan kesempurnaan itu tetapi apa yang terjadi dibalik kesempurnaan dan kebahagian yang mereka dapat, bagaimana prosesnya, persiapannya dan langkah yang diambil untuk mencapai kebahagiaan. Dan yang paling menonjol dalam cerita ini adalah sifat kekeluargaan yang memperingatkan kita bahwa betapa pentingnya keluarga.